Desa Baddurih

Desa Baddurih adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur. Desa Baddurih terbagi menjadi 4 Dusun yaitu:

  1. Dusun Pengajian
  2. Dusun Laok Saba
  3. Dusun Beddiyan
  4. Dusun Koalas

Sejarah desa

Nama Baddurih berasal dari “tanaman berduri” yang menyelimuti kawasan desa ini. Adalah seorang pendatang bernama BASMAN yang berkeinginan untuk membentuk suatu desa . Dengan keinginan itu, beliau membabat hutan yang penuh dengan tanaman berduri dan semak belukar. Lambat laun banyak penduduk yang mulai berdatangan serta menetap di wilayah tersebut.

Karena banyaknya pohon berduri yang dibabat ketika membuka lahan untuk pemukiman, maka desa ini dikenal dengan nama desa "BADDURIH" yang artinya kawasan yang penuh dengan pohon berduri (langai). Hingga kini, pohon berduri ini masih ada di beberapa dusun di desa Baddurih. Hingga akhir hayatnya Basman tidak menikah dan beliau dikebumikan di sebuah dusun di desa Baddurih.

Pembentukan Pemerintah Desa

Semenjak kedatangan Basman yang membentuk wilayah desa ini, sejak itulah penduduk memiliki pemimpin yang menjadi dasar pembentukan pemerintahan desa Meskipun masih bersifat tradisional. Desa Baddurih mulai membentuk pemerintahan desa sejak tahun 1930. yang pada waktu itu dipimpin oleh Aryam. Dengan visi misi yang ada, yang secara global adalah ingin mewujudkan desa yang dapat menciptakan kesejahteraan bagi penduduk desa tersebut. Maka desa ini bergeliat untuk menciptakan sistem pemerintahan desa yang solid.

Keadaan Sosial-Ekonomi

Secara umum mata pencaharian masyarakat Desa Baddurih dapat teridentifikasi ke dalam beberapa sektor yaitu, pertanian, jasa/perdagangan, industri dan lain-lainnya. Kecamatan Pademawu memiliki potensi alam yang sangat besar, dilihat dari sumber daya alam dan sumber daya manusia, namun pada saat ini potensi yang ada belum benar-benar optimal diberdayakan.

Sumber Daya Alam

  1. Lahan pertanian (sawah) yang masih dapat ditingkatkan produktifitasnya karena belum dikerjakan secara optimal.
  2. Tersedianya pakan ternak yang baik untuk mengembangkan peternakan seperti sapi, kambing dan ternak lainnya, mengingat usaha ini merupakan usaha sampingan.
  3. Banyaknya sisa kotoran ternak sapi dan kambing, yang dapat dikelola atau dikembangkan sebagai pembuatan pupuk organik.
  4. Adanya tambak garam yang potensial untuk lebih dikembangkan.

Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia sangat dibutuhkan untuk kemajuan daerah itu sendiri. Semakain banyak sumber daya manusia yang berkompeten maka semakin baik untuk desa itu sendiri. Kecamatan Pademawu sendiri rata-rata paling banyak adalah seorang petani karena lahan untuk bertani cukup luas. Kemampuan masyarakat dalam hal bertani tidak diragukan lagi hal itu terbukti dengan kemahiran mereka dalam bertani yang dikuasai selama bertahun- tahun. Tidak hanya dalam bertani terdapat masyarakat atau penduduk yang mahir dalam pembuatan meubeler kayu, mereka bisa mengirim hasilnya kepada penjuru Kabupaten Pamekasan bahkan sampai luar kota. Besarnya penduduk diusia produktif membuat etos kerja

Keadaan Sosial Politik

Dengan adanya perubahan dinamika politik dan sistem politik di Indonesia yang lebih demokrasi, memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih demokrasi. Politik lokal di Kecamatan Pademawu tergambar dalam pemilihan-pemilihan yang melibatkan masyarakat desa. Pemilihan kepala Desa yang biasanya di lakukan di Madura, para pesertanya memiliki hubungan dengan elit kepala desa yang lama. Jabatan Kepala Desa merupakan jabatan yang tidak serta merta dapat diwariskan kepada anak cucu, mereka dipilih karena kecerdasan, etos kerja, kejujuran dan kedekatannya dengan warga desa. Kepala Desa dapat diganti sebelum masa jabatannya habis, apabila melanggar peraturan maupun norma-norma yang berlaku. Setiap orang yang memiliki dan memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan dalam perundangan dan peraturan yang berlaku, bisa mendaftarkan diri untuk menjadi kandidat kepala desa.

Keadaan Sosial-Budaya dan Keagamaan

Dalam aktivitas keseharian, masyarakat Desa Baddurih sangat taat dalam menjalankan ibadah keagamaan. Setiap Rukun Tetangga (RT) dan pedukuhan memiliki kelompok-kelompok pengajian. Pada peringatan hari besar Islam, penduduk Desa Baddurih kerap menggelar acara peringatan dan karnaval budaya dengan tema yang disesuaikan dengan hari besar keagamaan.

Gelaran perayaan lain selalu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Setiap pedukuhan akan turut serta dan semangat menampilkan ciri khasnya dalam acara peringatan dan karnaval budaya.

Kelompok pemuda di Desa Baddurih yang tergabung dalam kelompok pegiat Karang Taruna menjadi aktor utama dalam banyak kegiatan desa. Kelompok ini aktif menggelar program kegiatan untuk isu demokrasi kepada warga, penguatan ekonomi produktif, pelatihan penanggulangan bencana.

Sejumlah penduduk Desa Baddurih bekerja merantau di daerah di luar Pamekasan. Namun, ikatan sosial mereka terhadap tanah kelahiran tetap tinggi. Penduduk asli Desa Baddurih yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya misalnya, mereka membentuk paguyuban untuk memelihara silaturahmi antar sesama warga perantauan. Setiap bulan diadakan kegiatan arisan keliling secara bergilir di setiap tempat anggotanya. Setiap dua tahun sekali diadakan pula kegiatan mudik bersama ke kampung halaman di Desa Baddurih.